gapurotix
Menembus Batas Asia: Petualangan Baru The Panturas di Tur 2025 dan Maxi-Single 'Knights of Jahannam'

Menembus Batas Asia: Petualangan Baru The Panturas di Tur 2025 dan Maxi-Single 'Knights of Jahannam'

25 Aug 2025 | Wildan J Saputra

Band surf-rock asal Jatinangor, The Panturas, kembali membuat gebrakan yang mengguncang skena musik independen Tanah Air. Mereka tidak hanya merilis karya baru, tetapi juga mengumumkan rencana besar yang akan membawa musik mereka ke panggung internasional. Dua lagu baru dalam format maxi-single berjudul “Knights of Jahannam” dan “Soma Gospel” menjadi jembatan awal bagi The Panturas untuk memulai Tur Asia 2025 yang ambisius, termasuk penampilan bersejarah di salah satu festival musik paling bergengsi di dunia, Fuji Rock Festival di Jepang.


Rilisan ganda ini menandai sebuah evolusi signifikan dalam perjalanan musikal The Panturas. Jika sebelumnya mereka dikenal dengan sound surf-rock yang kental dengan nuansa tropis dan sentuhan lokal, kini mereka membawa pendengar ke sebuah "laboratorium eksplorasi" yang lebih dalam dan eksperimental.


‘Laboratorium Eksplorasi’ dan Inspirasi di Balik Maxi-Single

Menurut Surya Fikri (Kuya), drummer The Panturas, kedua lagu ini lahir dari proses yang intens dan menantang. Berbeda dari materi sebelumnya, “Knights of Jahannam” dan “Soma Gospel” ditulis dari nol dan menjadi wadah bagi The Panturas untuk bereksperimen dengan elemen musikal yang lebih progresif.


Inspirasi di balik lirik dan komposisi lagu-lagu ini pun terbilang unik. Sang vokalis dan gitaris, Abyan Zaki (Acin), menyebutkan bahwa ide utamanya datang dari pengalaman spiritual dan kekacauan kolektif yang terjadi di sekitar mereka dalam beberapa tahun terakhir. Liriknya, yang kali ini seluruhnya berbahasa Inggris, seakan menjadi sebuah pengingat akan hal-hal fundamental dan bahkan akhir dari sebuah era.


Secara musikal, sentuhan eksperimental yang sudah mulai terasa di album sebelumnya, Galura Tropikalia, kini dieksplorasi lebih jauh. Meskipun demikian, The Panturas berhasil menjaga musik mereka tetap mengalir dan tidak dibuat-buat demi kesan eksotis yang dangkal. Inspirasi dari musik reggae tahun 70-an, terutama pada bassline repetitif yang adiktif, juga menjadi salah satu elemen penting dalam rilisan ini.


Proses produksi yang diarahkan oleh Ricky Surya Virgana menambah kedalaman pada kedua lagu ini. Ricky tidak hanya berperan sebagai produser, tetapi juga ikut berkontribusi dalam penulisan intro dan struktur lagu. Kolaborasi ini menghasilkan sebuah karya yang matang—paduan antara kebebasan berekspresi dan kontrol artistik yang presisi.


Tur Asia 2025: Misi Menembus Pasar Global

Rilisan maxi-single ini merupakan bagian dari misi besar The Panturas untuk memperkenalkan musik mereka ke pasar internasional. Tur Asia 2025 yang akan dimulai pada Juli mendatang akan menjadi pintu pembuka bagi mereka untuk menjajal panggung di luar Indonesia.


Berikut adalah jadwal lengkap tur yang akan mereka jalani:


12 Juli: Singapura


13 Juli: Malaysia


18 Juli: Thailand


19 Juli: Filipina


20 Juli: Taiwan


24-26 Juli: Fuji Rock Festival, Jepang


Penampilan di Fuji Rock Festival menjadi puncak dari perjalanan ini. Tampil di festival sekelas Fuji Rock adalah impian bagi banyak musisi di seluruh dunia. The Panturas akan tampil di tiga panggung berbeda, yaitu Red Marquee Stage (Pre-Festival Show), Crystal Palace Tent, dan Field of Heaven Stage. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk menjaring audiens baru dan menunjukkan kualitas musik mereka di hadapan penikmat musik dari berbagai negara.


Acin secara terang-terangan menyebut bahwa tur ini hanyalah permulaan dari ambisi yang lebih besar. Ia juga mengungkapkan ketertarikannya pada skena musik independen yang dinamis di Filipina dan Taiwan, serta berharap dapat menjalin kolaborasi dengan musisi-musisi di sana.


Sebuah Kunci Menuju ‘Pintu’ yang Lebih Luas

Dengan rilisnya “Knights of Jahannam” dan “Soma Gospel,” The Panturas tidak hanya menyajikan karya baru, tetapi juga sebuah pernyataan. Mereka membuktikan bahwa musisi independen dari Indonesia memiliki kualitas dan ambisi yang sama untuk bersaing di level global.


Langkah ini juga menjadi inspirasi bagi banyak band lokal lainnya. Bahwa dengan kerja keras, eksplorasi tanpa henti, dan keberanian untuk bermimpi besar, pintu menuju panggung internasional bisa terbuka.


Bismillah, The Panturas. Dunia menanti petualangan kalian!

👍 Lebih Hemat! Bikin Event di GapuroTix Biaya Komisi Cuma 1,2%

Wildan J Saputra

Wildan J Saputra is a writer at GapuroTix & GapuroTix Screen. Her writing consists of events, concerts, and films. With more than 3 years in this field, worry not, she will take you to an interesting journey ahead!