LaLaLa Fest 2025: Malam Haru Saat Mew Mengucapkan Salam Perpisahan
28 Aug 2025 | Wildan J Saputra
Pada tanggal 23-25 Agustus 2025, panggung musik Indonesia kembali menjadi saksi sejarah. Salah satu festival musik terbesar, LaLaLa Fest 2025, sukses digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Namun, di antara gemerlap bintang dan euforia ribuan penonton, ada satu momen yang terasa begitu emosional dan mengharukan: farewell show band rock legendaris asal Denmark, Mew.
Mew dan Hubungannya dengan Indonesia
Bagi sebagian besar penggemar musik alternatif, nama Mew bukanlah sesuatu yang asing. Band yang terdiri dari Jonas Bjerre (vokal), Johan Wohlert (bass), dan Silas Graae (drum) ini telah membangun ikatan kuat dengan para penggemar di Indonesia, yang mereka sebut "Frengers". Sejak kedatangan mereka yang pertama, musik Mew yang unik—perpaduan antara rock progresif, shoegaze, dan melodi yang melankolis—telah menemukan rumah di hati banyak pendengar.
Konser mereka di Indonesia selalu dipenuhi oleh atmosfer yang intim dan penuh cinta. Setiap not, setiap lirik, seolah memiliki makna mendalam bagi para Frengers. Kedatangan mereka di LaLaLa Fest 2025 kali ini terasa sangat spesial, namun juga berat, karena ini adalah perpisahan.
Panggung Farewell yang Penuh Kenangan
Sore itu, LaLaLa Fest 2025 terasa berbeda. Udara yang semula dipenuhi keceriaan perlahan berubah menjadi haru. Ketika waktu yang dinanti tiba, band Mew naik ke atas panggung. Tanpa banyak bicara, mereka langsung membuka penampilan dengan lagu-lagu ikonik yang sudah akrab di telinga.
Setlist mereka tidak hanya dipilih secara acak, melainkan disusun seperti sebuah perjalanan naratif. Lagu-lagu seperti "Am I Wry? No," "The Zookeepers Boy," dan "Comforting Sounds" dimainkan dengan sempurna. Vokal Jonas Bjerre yang khas melayang di udara, mengajak ribuan penonton untuk bernostalgia bersama. Di bawah lampu panggung yang remang-remang, terlihat banyak mata berkaca-kaca, tenggelam dalam lautan melodi.
Momen Paling Emosional: "Comforting Sounds"
Puncak dari pertunjukan malam itu adalah saat mereka memainkan lagu andalan mereka, "Comforting Sounds." Lagu ini bukan hanya sekadar musik, melainkan sebuah himne bagi para Frengers. Dengan durasi lebih dari 8 menit, lagu ini bagaikan sebuah epik yang merangkum semua emosi yang ada.
Saat intro dimulai, sorak sorai penonton berubah menjadi keheningan. Ribuan ponsel terangkat, merekam setiap detik dari momen bersejarah ini. Ketika Jonas Bjerre mulai menyanyikan liriknya, suara penonton berpadu sempurna dengannya. Vokal massal dari ribuan Frengers yang menyanyikan lirik "And it's been a long time since I felt a feeling so real" menciptakan momen yang tak akan terlupakan.
Di tengah lagu, Jonas Bjerre berhenti sejenak. Ia melihat ke arah penonton, matanya berbinar. Senyum haru terlihat di wajahnya. Momen itu adalah pengakuan bisu dari sang vokalis, sebuah ucapan terima kasih yang tulus kepada para penggemar yang telah setia mendukung mereka selama ini.
Ucapan Perpisahan dan Janji yang Menggantung
Setelah lagu-lagu utama selesai dimainkan, Jonas Bjerre akhirnya berbicara. Dengan suara yang sedikit bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada semua Frengers di Indonesia.
"Terima kasih banyak. Kalian adalah yang terbaik. Ini adalah perpisahan kami, tapi musik kami akan selalu ada untuk kalian," ujarnya. Kata-kata sederhana itu terasa begitu dalam. Tepuk tangan dan sorakan "We love you, Mew!" menggema di seluruh area JIExpo Kemayoran.
Pertunjukan diakhiri dengan Encore yang penuh kejutan, seolah band ingin memberikan kenangan terakhir yang terbaik. Mereka memainkan lagu-lagu yang tidak terduga, seolah ingin mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang paling Mew.
Mew: Lebih dari Sekadar Musik
Mew tidak hanya meninggalkan lagu-lagu yang indah. Mereka meninggalkan warisan. Mereka membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menghubungkan hati manusia tanpa memandang batas geografis. Konser perpisahan di LaLaLa Fest 2025 adalah bukti nyata dari kekuatan itu.
Bagi Frengers, ini bukan akhir. Ini adalah babak baru. Lagu-lagu Mew akan terus diputar, kenangan konser akan terus diceritakan, dan warisan mereka akan terus hidup.
Penutup: Sebuah Salam Perpisahan yang Indah
LaLaLa Fest 2025 bukan hanya sekadar festival musik. Ini adalah tempat di mana perpisahan diubah menjadi perayaan, di mana air mata haru bercampur dengan melodi yang indah. Perpisahan Mew adalah sebuah momen yang akan selalu diingat.
Meskipun ini adalah akhir dari babak "Mew di Indonesia," kita tahu bahwa musik mereka akan selalu menjadi pengingat akan keindahan dan emosi yang mereka berikan. Hingga jumpa lagi, Mew. Terima kasih telah memberikan kenangan yang tak terlupakan.
👍 Lebih Hemat! Bikin Event di GapuroTix Biaya Komisi Cuma 1,2%
Wildan J Saputra
Wildan J Saputra is a writer at GapuroTix & GapuroTix Screen. Her writing consists of events, concerts, and films. With more than 3 years in this field, worry not, she will take you to an interesting journey ahead!